. Malaysian . UKM, Bangi . BSc Biology .نور شازان بنت عارف . Love nature . Muslim . Future generation who want to change the world. may allah bless.
Mungkin hari ini hati sedikit terjentik. Mungkin juga hari ini Dia sedang memerhati. Mungkin juga Hari ini Izrail datang menyapa. Maafkan aku jika masih belum terlambat. Maafkan aku jika kau yang membaca. Maafkan aku andai kekhilafan ku ini menyakiti mu. Maafkan aku.
Ada banyak benda yang kadang buat kau give up. Bukan apa, bila Allah dah bagi rezeki tapi benda tu tak gah dimata orang lain and buat aku fikir perlukah aku terima. 😓
Seni menolak pinangan dan yang semacamnya adalah dengan tidak basa-basi tapi tetap menghargai.
Banyak perempuan tampaknya kesulitan dalam menolak lelaki, dan mungkin juga sebaliknya. Barangkali karena takut menyakiti atau menyinggung perasaan.
Di saat seperti ini, menjaga perasaan orang bukan lagi hal yang paling penting. Karena yang paling penting adalah menghilangkan zona abu-abu yang bisa saja jadi multitafsir dan memberikan harapan.
Saat kamu bilang, “Maaf, saya belum bisa terima?” Orang tersebut akan berpikir, “Belum? Kenapa belum? Berarti masih bisa diusahakan dong? Gak bisa? Berarti mau? Tapi suka kan? Ah, masih ada harapan sepertinya.”
Maka penting sekali untuk memberi jawaban yang lugas, jelas, dan tidak mengundang banyak pertanyaan. Seperti:
“Maaf, saya gak suka dan gak mau sama kamu.”
“Maaf, saya sudah ada calon. Tolong hentikan ya.”
Disini tujuanmu adalah menolak dan tidak memberi harapan. Soal menjaga perasaan, perkataan yang paling lembut sekalipun tidak akan mampu melindungi perasaannya dari perihnya ditolak.
Justru, mengutarakan penolakanmu selugas-lugasnya akan menjaga perasaannya dalam jangka panjang, sebab dia bisa lebih cepat pulih selepas harapan dan usahanya pupus dari mendapatkanmu.
“Dalam hidup , kita memiliki dua pilihan iaitu memilih dan dipilih . Jika kita memilih maka pilihlah yang terbaik . Jika kita dipilih , maka jadilah yang terbaik .”